|
Written by Newsroom
|
|
Monday, 14 January 2008 |
 Pietra Rivoli mengajar mata kuliah keuangan dan bisnis internasional
untuk program undergraduate, graduate, dan eksekutif. Ia juga tertarik
pada isu-isu keadilan sosial dalam bisnis internasional dan China.
Hasil riset akademisnya dipublikasikan dalam Journal of International Business Studies, Business Ethics Quarterly, dan Journal of Money Credit and Banking. Pada 2006, Profesor Rivoli mendapatkan penghargaan Faculty Pioneer Awaed oleh Aspen Institute. Penghargaan ini mengakui fakultas Business School yang telah memimpin integrasi dari isu-isu sosial dan lingkungan pada kurikulum MBA.
The Travels of a T-Shirt in the Global Economy adalah buku terakhir
dari Profesor Rivoli yang disambut dengan gembira oleh media massa dan
komunitas akademik. Buku ini telah membuka jalur studi globalisasi.
Buku Profesor Rivoli telah mendapat banyak penghargaan. Di antaranya
masuk dalam Financial Times, Booz Allen Hamilton, Foreign Affairs,
Library Journal, dan Amazon.com. Sebagai tambahan, buku itu disebut
sebagai finalis untuk penghargaan buku tahunan dari Inaugrual Financial
Times Goldman Sachhs Book. Buku perjalanan T Shirt ini oleh asosiasi
penerbit Amerika didapuk sebagai buku ilmiah terbaik tahun 2005 dalam
kategori Keuangan dan Ilmu Ekonomi. Buku ini diterjemahkan dalam 12
bahasa.
Sejak 1983, Profesor Rivoli mengabdi di fakultas Georgetown.
Penelitiannya baru saja dipublikasikan dalam Business Ethics Quarterly
dan Journal of International Business Studies.
|
|
Last Updated ( Monday, 14 January 2008 )
|
|
Strategi dan Kiat Sukses
 Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,- Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko. selengkapnya
|

|
|
Profil Penulis
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.
|
|
Read more...
|
Benny G. Setiono, dilahirkan di Desa Ceracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan Jawa Barat pada 31 Oktober 1943. Pada 1947, rumahnya dibakar oleh gerombolan yang menamakan diri sebagai laskar rakyat dan kakeknya menjadi korban pembunuhan laskar Hisbullah. |
|
Read more...
|
|