|
Written by Newsroom
|
|
Thursday, 25 October 2007 |
David Sedaris lahir di Binghamton, New York pada 26 Desember 1956. Ia besar di Raleigh, Carolina Utara. Pada 1977, ia keluar dari Kent State University dan sepuluh tahun kemudian lulus dari sekolah seni di Institute Chicago. Sebagai seorang anak, ia menderita obsesif kompulsif, dimana ia menyatakan sebagian obat adalah ketika ia merokok. Di usia remaja, ia menceburkan dalam seni pertunjukan. Kekurangsuksesannya digambarkan dalam beberapa esai-esainya. Buku pertamanya, Berrel Fever (1994) adalah kumpulan dari esai dan cerita pendek. Naked (1996) dan Me Talk Pretty One Day (2000) merupakan kompilasi dari esai-esainya. Beberapa bukunya, termasuk Dress Your Family in Corduroy and Denim (2004) mencapai hit nomor satu di daftar New York Times untuk non fiksi. Pada 2001, Sedaris disebut Majalah Time sebagai Humorist of the Year. Pada tahun yang sama, ia menerima penghargaan Thurber kategori Humor Amerika untuk Me Talk Pretty One Day. sumber : www.wikiepedia.org | foto : www.chicagoist.com/ |
|
Last Updated ( Tuesday, 27 November 2007 )
|
|
Strategi dan Kiat Sukses
 Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,- Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko. selengkapnya
|

|
|
Profil Penulis
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.
|
|
Read more...
|
Benny G. Setiono, dilahirkan di Desa Ceracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan Jawa Barat pada 31 Oktober 1943. Pada 1947, rumahnya dibakar oleh gerombolan yang menamakan diri sebagai laskar rakyat dan kakeknya menjadi korban pembunuhan laskar Hisbullah. |
|
Read more...
|
|