|
Memilih Kamus Bergambar untuk Anak |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 08 September 2008 |
Mengenalkan bahasa asing lewat paduan teks dan gambar adalah cara yang
paling tepat untuk anak-anak. Biasanya orang tua akan memilih kamus
bergambar sebagai pilihan utama untuk buah hatinya. Nah, sembari
mendampingi anak-anak, orang tua bisa mengajak mereka belajar dalam
suasana yang menyenangkan. Yang pasti memperkaya kosakata anak-anak
sejak dini akan lebih awet teringat daripada saat dewasa.
Ada banyak kamus bergambar yang tersaji bagi anak-anak. Ada yang dua
bahasa (Indonesia -- Inggris) hingga lebih dari dua bahasa, seperti
yang baru saja diterbitkan penerbit TransMedia. Buku yang sarat warna
dan gambar ini berjudul Kamus Bergambar. Dalam buku ini anak Anda akan
dikenalkan dengan kosakata bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, dan
Jepang. Ketiga bahasa asing tersebut saat kini memang kian popular,
terutama di kota-kota besar di Indonesia.
Dalam buku Kamus Bergambar ini, disampaikan pengenalan kosakata
sehari-hari, seperti bagian tubuh, lingkungan rumah, keluarga,
bagian-bagian komputer, buah-buahan dan lain sebagainya. Bagi anak-anak
buku ini sangat menarik, sebab ilustrasi berwarna turut mendampingi
tiap-tiap kosakata. Maka, selain bisa mengenalkan kosakata tiga bahasa
asing, buku ini juga mengajak anak untuk melatih daya ingat, memperkaya
kosakata bahasa asing, menambah wawasan, serta belajar sembari
bermain.
|
|
Last Updated ( Monday, 08 September 2008 )
|
|
Strategi dan Kiat Sukses
 Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,- Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko. selengkapnya
|

|
|
Profil Penulis
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
|
|
Read more...
|
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.
|
|
Read more...
|
|