|
Memperkecil Risiko di Pasar Modal |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 29 July 2008 |
Ada dua pertimbangan penting agar sukses berinvestasi di bursa saham,
yaitu pertimbangan rasional dan intuitif. Ada pula yang mendekati
dengan tiga kecerdasan: intelektual, emosional, dan spiritual. Namun
yang tidak kalah penting adalah menyimak dan mempelajari pengalamanpara
pemain saham sukses dan analisis saham, seperti Warren Buffet, Peter
Lynch, dan Benjamin Graham.
Tidak sedikit tip Buffet, soal mengecilkan risiko dalam bermain saham.
Semisal, Buffet menyarankan agar memilih jenis saham berpotensi untuk
bertumbuh secara konsisten dalam waktu jangka panjang. Menurutnya
perusahaan yang tingkat pertumbuhan EPS (earning per share) atau laba
per sahamnya kecil (kurang dari 15%), lebih berpeluang untuk
mempertahankan tren pertumbuhan profit secara jangka panjang.
Senada dengan Buffet, Peter Lynch pun menyarankan agar investor jeli
memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menyediakan produk dan jasa
yang unggul dari pada ke saham. Lynch juga menghimbau para investor
agar menyimak siklus sejarah suatu perusahaan dalam meningkatkan mutu
produk dan jasanya.
Dua penggal kiat di atas diambil dari buku Awas!Jangan Sampai Modar Di
Pasar Modal. Ada beragam strategi dan kiat sukses berinvestasi di bursa
saham yang dapat Anda pelajari dalam buku ini. Buku yang berkata
pengantar Dr. Adler Haymans Manurung (pengamat pasar modal) ini baru
saja diterbitkan oleh TransMedia Pustaka. Ada sepuluh strategi penting
dalam buku yang ditulis oleh Budi Purnomo dan Maxi A. Perjaka. Keduanya
dikenal sebagai jurnalis senior dalam bidang investasi dan bisnis.
Selamat berinvestasi di pasar modal. Ingat, kecilkan risiko dan simak
strateginya dalam buku Awas!Jangan Sampai Modar Di Pasar Modal.
|
|
Last Updated ( Saturday, 02 August 2008 )
|
|
Strategi dan Kiat Sukses
 Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,- Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko. selengkapnya
|

|
|
Profil Penulis
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
|
|
Read more...
|
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.
|
|
Read more...
|
|