|
Menjadi Guru Penulis, Siapa Berani? |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 09 July 2008 |
Bengkel Penulisan untuk Guru masih terus dirawat dan digelar dengan
berkeliling ke berbagai kota. Tepatnya Sabtu, 5 Juli 2008 lalu, di
Gedung Nasional Indonesia, Kediri. Acara ini diselenggarakan di area
Pesta Buku Super Murah Kediri 2008. Seperti biasanya, temanya lebih
mirip sosialisasi dunia tulis menulis hingga cara menembus penerbitan.
Bengkel penulisan ini digelar atas dasar keyakinan semua orang bisa
menulis.
Pemateri workshop kali ini : Fuad Izzudin (Pemimpin Redaksi Transmedia
Pustaka), Denny Indra (editor mediakita), Windy Ariestanty (Pemimpin
Redaksi Gagasmedia), dan Mulyono (Pemimpin Redaksi Visimedia Pustaka).
Kali ini dua orang pemateri lainnya, yaitu Dipo Tanudi dan Lukito Adi
absen dalam acara ini. Keduanya saat itu sedang sibuk menyiapkan Pesta
Buku Jakarta yang waktunya hampir bersamaan.
Materi yang dibawakan antara lain: cara menggali ide, mengatasi
kemandegan dalam menulis, cara membuat outline, angle, tip dan trik
memilih tema yang tepat, hingga cara menembus dunia penerbitan.
Workshop interaktif ini dihadiri lebih dari seratus peserta. Tak saja
dari kalangan guru, tapi juga umum. Acara bengkel penulisan ini
tergelar berkat kerjasama Agromedia Grup-STAIN-Koran Pendidikan.
Nah, menjadi guru penulis, siapa berani?
|
|
Last Updated ( Wednesday, 09 July 2008 )
|
|
Strategi dan Kiat Sukses
 Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,- Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko. selengkapnya
|

|
|
Profil Penulis
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
|
|
Read more...
|
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.
|
|
Read more...
|
|