Sebab Lidah Tidak Bisa Ditipu

article thumbnailDalam hal santap-menyantap, masalah utama yang kerap kali menyerang adalah soal kebosanan. Bosan dengan menu yang itu-itu saja. Bosan dengan tempat dan suasana yang sama. Atau bosan dengan rasa aroma bumbu. Yang pasti dalam hal rasa, lidah kita tidak bisa ditipu. Kalau sudah begini, tentu kita tak bisa pasrah begitu saja. Nah, ide untuk coba memasak sendiri dengan aneka menu tentu bisa jadi alternatif yang menarik.
Find Out More

Belajar Menulis dari Seniman Michelangelo PDF Print E-mail
Written by Newsroom   
Thursday, 19 June 2008

Niatan berbagai ilmu pengetahuan untuk memberi setitik pencerahan kepada orang lain lewat buku memang perlu terus disosialisasikan secara terbuka. Namun hal ini tak perlu dipaksakan tentunya. Nah, mungkin Anda pernah menyimak sebuah wasiat kuno dari negeri China: "buatlah buku maka kamu akan hidup seribu tahun." Wasiat abadi ini saya kutip dari esai berjudul Dicari Guru yang Penulis! yang ditulis Hikmat Kurnia, direktur Agromedia Group. Ya, memang jika kita mati dengan meninggalkan karya buku tentu akan terus dikenang dan diabadikan oleh sejarah, seperti halnya Plato ataupun Pramoedya Ananta Toer, bukan?

Nah, ada fakta yang memprihatinkan tentang minimnya jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia dalam satu tahun. Dari catatan Hikmat Kurnia, jumlah buku yang diterbitkan ada 12000 per tahun. Berangkat dari fakta ini, para pekerja perbukuan di bawah kelompok Agromedia tergerak berburu ke beberapa kampus di daerah untuk coba menemukan penulis-penulis lokal. Lewat workshop penulisan dan talkshow, beberapa event tergelar di UNJ, Universitas Tarumanegara, Universitas Jenderal Sudirman (Purwokerto), Universitas Diponegoro (Semarang), hingga Universitas Airlangga (Surabaya).

Senin, 16 Juni 2008 lalu, workshop penulisan untuk umum digelar di Auditorium lantai dua Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Acara ini dibuka oleh Hikmat Kurnia. Pemateri workshop langsung didatangkan dari Jakarta. Mereka adalah Lukito Adi (Pemimpin redaksi dan Manager Produksi Agromedia), Fuad Izzudin (Pemimpin Redaksi dan Kepala Produksi Transmedia Pustaka), Dipo Tanudi (Kepala Produksi beberapa penerbitan buku), dan Windy Ariestanty (pemimpin redaksi Gagasmedia dan Bukune). Materi yang dibawakan antara lain: dasar-dasar penulisan, strategi dan gaya penulisan, menggali ide atau gagasan, tip dan trik cara menembus penerbitan.

Dalam workshop juga dibahas pula buku-buku yang diminati dan kurang diminati penerbit. Misalnya, untuk tema sastra, penerbit buku cukup selektif dan membatasi tema-tema sastra. Selain melihat bahwa buku-buku sastra di Indonesia peminatnya terbatas, juga karena booming tema sastra yang sulit diprediksi. Bukan berarti buku bertema sastra pasti ditolak oleh penerbit. Memang tak menutup kemungkinan buku-buku sastra yang menjual dan bertema "menarik" akan diterbitan.

Workshop penulisan untuk umum ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas. Sebagian besar datang dari Fakultas Ilmu Budaya, jurusan sastra Indonesia. Sebenaran soal menulis bukanlah hal yang baru bagi sebagian peserta workshop. Sebab, di jurusan sastra, mata kuliah penulisan kreatif selalu tersaji.
Namun, yang menarik dari workshop penulisan ini adalah cara Dipo Tanudi mengandaikan aktivitas menulis yang dipunduh dari keprigelan seorang seniman besar Michelango.Dengan melihat karya patung berjudul David (Nabi Daud) di Kapel Sistine di Roma, kita bisa mulai belajar menulis. Patung setinggi setinggi 14 kaki itu dipahat dengan halus dan sempurna, persis serupa manusia. Nampak kecermatan menandakan keindahan dan kesempurnaan sebuah karya patung.

Begitupun dalam menulis. Perencanaan yang baik dan cerdas adalah langkah awal yang menyertai usaha penulisan. "Mulailah dengan menemukan malaikat dalam diri Anda, yakinlah Anda bisa, ajaklah tangan dan kepala untuk bekerjasama," ujar Tanudi coba menginspirasi peserta workshop. Selanjutnya "merebut hati penerbit" pun menjadi tema yang tak menarik. Juga soal sistem pembayaran royalti, oplag, dan buku-buku yang diminati penerbit.

Tanudi juga coba menyampaikan bahwa menulis tak harus berbakat dan menulis tak dibatasi usia. Sebab menulis adalah sebuah keterampilan yang bisa dilakukan siapapun.

 

 

 

Last Updated ( Thursday, 19 June 2008 )
 
< Prev   Next >

Strategi dan Kiat Sukses

Judul    : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal
Penulis    : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka
Ukuran    : 11,5 x 19 cm
Tebal    : 124 halaman
Kategori    : Nonfiksi—bisnis
Harga    : Rp23.000,-


Sinopsis:
Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko.

selengkapnya


Best Seller


 
 






Profil Penulis

Salim Kartono
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan.
Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.


Read more...
 
Benny G. Setiono
ImageBenny G. Setiono, dilahirkan di Desa Ceracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan Jawa Barat pada 31 Oktober 1943. Pada 1947, rumahnya dibakar oleh gerombolan yang menamakan diri sebagai laskar rakyat dan kakeknya menjadi korban pembunuhan laskar Hisbullah.
Read more...
 
Agromedia Pustaka | GagasMedia | Agromediagroup | Kawan Pustaka | MediaKita | QultumMedia | Indonesia Tera | WahyuMedia | BukaBuku Production | Gradien Mediatama | Bukune | Tangga Pustaka | Visimedia Pustaka | Demedia Pustaka | Kawah Distributor | Distributor Buku Kita
© 2007 - TransMedia Pustaka. Powered by WebContent Division