Memilih Kamus Bergambar untuk Anak

article thumbnailMengenalkan bahasa asing lewat paduan teks dan gambar adalah cara yang paling tepat untuk anak-anak. Biasanya orang tua akan memilih kamus bergambar sebagai pilihan utama untuk buah hatinya. Nah, sembari mendampingi anak-anak, orang tua bisa mengajak mereka belajar dalam suasana yang menyenangkan. Yang pasti memperkaya kosakata anak-anak sejak dini akan lebih awet teringat daripada saat dewasa.
Find Out More

Berani Memulai Berbisnis dengan Modal Dengkul PDF Print E-mail
Written by Newsroom   
Thursday, 22 May 2008
Image Memulai adalah aksi dan rumus utama yang disarankan Safir Senduk dalam kata pengantar buku Modal Dengkul Untung Sebakul. Seperti halnya belajar berenang, pertama-tama tentu ada rasa takut tenggelam atau kemasukan air. Demikian Safir Sendukmengandaikan untuk memulai berbisnis. Di tahun 1998, Safir Senduk pun mengalami masa-masa sulit dan bingung saat membuka kantor konsultan perencanaan keuangan. Sama seperti orang lain ketika akan membuka usaha. Ya, masa-masa ini harus terlewati dengan yang biasanya diawali dengan keberanian dan "kenekadan" bukan?

Keberanian dan kenekadan seperti apakah yang ingin disampaikan dalam buku Modal Dengkul Untung Sebakul? Maksud dari keberanian dan kenekadan  adalah dalam memilih jalan hidup di jalur bisnis. Jika Anda seorang karyawan, mulailah membuka usaha sambilan diluar jam kerja. Nah, jika Anda tak memiliki pekerjaan tetap, segera terjunlah tanpa ragu ke dunia bisnis. 

Bagi Anda yang masih merasa nyaman, bekerja sebagai karyawan kantoran, ada sebuah quote sangat mengusik ketentraman: “Sesungguhnya rezeki itu 99 persen berasal dari bisnis dan satu persen dari kerja kantoran.” Aryanto MB, penulis buku ini, membenarkan fakta-fakta nyata ini. Ia mencontohkan pengalaman Bill Gates. Sepintas Aryanto pun menyebutkan kisah Purdi E. Chandra yang sukses dengan bisnis bimbingan Primagama-nya dan Dahlan Iskan yang sukses dengan Jawa Pos Group. Mereka berangkat dari nol.

Benarkah bisnis bisa diawali dari nol atau tanpa modal? Dalam buku ini Aryanto menjawab: yang dimaksud berbisnis tanpa modal sebenarnya lebih kearah bagaimana kita bisa memiliki atau menjalankan bisnis tanpa harus memiliki uang sendiri sebelumnya. Aryanto juga mencoba memetakan dua kondisi masyarakat yang bisa saling menguntungkan. Pertama, orang yang memiliki uang banyak, tapi tak bisa mengelola uang dan orang yang tidak memiliki uang, tapi memiliki konsep bagus untuk memutar dan melipatgandakannya (hlm 38).

Yang pasti, Aryanto MB, penulis buku ini ingin menggugah kesadaran, keberanian, dan kenekadan kita menentukan jalan hidup untuk berbisnis. Sebagai seorang konsultan dan perencanaan bisnis, Aryanto memiliki kiat agar kita jeli melirik peluang bisnis. Untuk melihat peluang bisnis, kita bisa memulai dari sesuatu yang sederhana, semisl dari kesukaan atau hobi. Sebagai contoh bagi yang suka nulis, hobi ini bisa dikembangkan untuk menulis buku atau membuat sebuah penerbitan buku.  

Modal dengkul Untung Sebakul adalah sebuah buku yang menguraikan beberapa hal, di antaranya:

• Tip memanfaatkan berbagai peluang sederhana
• Kiat menumbuhkan minat dan semangat
• Kiat memilih dan mengelola jenis usaha

Maka seperti testimoni dari Safir Senduk dalam buku  yang baru saja diterbitkan TransMedia Pustaka ; buku ini membantu Anda mengatasi kesulitan dalam memulai dan menjalankan bisnis Anda sendiri.

Ya, hanya satu kata, satu jurus, satu aksi, dan satu mantra, yaitu: memulai!


Last Updated ( Thursday, 22 May 2008 )
 
< Prev   Next >

Strategi dan Kiat Sukses

Judul    : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal
Penulis    : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka
Ukuran    : 11,5 x 19 cm
Tebal    : 124 halaman
Kategori    : Nonfiksi—bisnis
Harga    : Rp23.000,-


Sinopsis:
Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko.

selengkapnya


Best Seller


 





Profil Penulis

Salim Kartono
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan.
Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.


Read more...
 
Agromedia Pustaka | GagasMedia | Agromediagroup | Kawan Pustaka | MediaKita | QultumMedia | Indonesia Tera | WahyuMedia | BukaBuku Production | Gradien Mediatama | Bukune | Tangga Pustaka | Visimedia Pustaka | Demedia Pustaka | Kawah Distributor | Distributor Buku Kita
© 2007 - TransMedia Pustaka. Powered by WebContent Division