|
Written by Newsroom
|
|
Wednesday, 21 May 2008 |
Paris Hilton adalah magnet besar bagi siapapun. Sebab Paris adalah
artis yang kontroversial, terutama dalam hal memamerkan kecantikan dan
tubuhnya. Baru-baru ini Hilton berpose telanjang berbalut cat emas
untuk mempromosikan sebuah produk Wine.
Paris Hilton mengakui dirinya adalah "iconic blonde of the decade." Ia
membandingkan dengan Marlyn Monroe dan Putri Diana. Pada 2007 Paris
nampak di Guinnes World Records sebagai "Most Overrated Celebrity" Oleh
Associated Press dan AOL, Paris disebut sebagai Most Role Model of
2006, setelah Britney Spears.
Namun boleh dikata, Paris adalah artis yang serba bisa; selain model,
ia juga seorang musisi, pebisnis, artis film. Entah ini soal aji
mumpung atau bukan, yang pasti Paris adalah artis yang kaya raya.
Menurut Majalah Forbes, perkiraan pendapatan dari tahun ke tahun terus
meningkat, di tahun 2005-2006: penghasilannya mencapai 7 juta dolar.
Paris lahir di New York pada 17 Februari 1981. Paris adalah anak tertua
dari empat bersaudara pasangan Richard dan Kathy. Ia memiliki saudara
perempuan bernama Nicky dan dua saudara laki-laki bernama Barron dan
Conrad. Paris adalah keturunan Norwegia-Jerman dari sang ayah dan
Irlandia-Italia dari ibunya.
Catatan hidup Paris Hilton terekam dalam dua buah biografi, berjudul Confenssion of an Heiress: A Tongue in Chic Peek Behind the Pose dan Your Heiress Diary: It All to Me. Buku Confenssion of an Heiress sebentar lagi akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh TransMedia Pustaka.
dari : Wikipedia
foto dari : http://www.parishiltonsite.net/
|
|
Last Updated ( Wednesday, 21 May 2008 )
|
|
Strategi dan Kiat Sukses
 Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,- Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko. selengkapnya
|

|
|
Profil Penulis
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
|
|
Read more...
|
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.
|
|
Read more...
|
|