Sue Monk Kidd lahir dan tumbuh di kota kecil Sylvester, Georgia. Kota
yang terselip di antara rerimbunan pohon cemara dan ladang merah di
barat daya Georgia; sebuah tempat yang sangat ia cintai sebagai 'suatu
tempat yang abadi'. Tulisannya yang mendalam banyak dipengaruhi oleh
tempat tersebut. Dan di situlah novel pertamanya, The Secret Life of
Beesditulis.
Sue memiliki kisah yang panjang sebelum dirinya memutuskan untuk
menjadi penulis. Semasa kanak-kanak, ia banyak mendapatkan kisah-kisah
imaginatif dari ayahnya. Di masa remaja, guru bahasa Inggris
mendorongnya dan menggambarkan Sue memang dilahirkan sebagai penulis.
Ia mulai menulis kisah-kisahnya sendiri, dan juga menjaganya dalam
banyak jurnal yang berisi rentetan pengalamannya; sebuah latihan yang
terus ia lewati dalam hidupnya. Dua buku yang ia baca diusia 15
tahun—Walden dan The Awakening—memiliki pengaruh yang mendalam pada
dirinya dan akan terus membayanginya. Kedua novel tersebut akhirnya
mengilhaminya untuk menulis memori spiritual dan novel.
Harapannya pada sebuah karier dalam menulis bukan tanpa awal yang
mulus. Sue pernah menjadi seorang juru rawat di sebuah rumah sakit.
Waktu itu, ia menikah dengan Sanford (Sandy) Kidd, lulusan dari siswa
teology, dan memiliki dua orang anak, Bob dan Ann.
Pendek kisah, sebelum Sue berusia 30 tahun, ia kembali tertarik lagi
untuk menulis. Ia tinggal di Anderson, Carolina Selatan, di mana
suaminya Sandi mengajar kuliah di sebuah sekolah seni. Ia mengikuti
kelas menulis, untuk penulisan fiksi. Namun segera ia beralih pada
non-fiksi ketika esai yang ia tulis di muat di Majalah Guidepost dan
Readers Digest. Karena ingin membantu keluarganya, ia mulai berkarir
sebagai freelance, menulis artikel pengalaman pribadinya, yang
kebanyakan memberi ilham, dan tentang seni hidup damai.
Sue segera sukses menjadi seorang freelance, dan menjadi kontributor
editor di Guideposts. Lalu ia belajar memahat fiksi: karakter, plot,
dialog, dan lainnya. Di sisi lain tulisan non fiksinya mengalami
peningkatan dan menemukan gaya suara yang unik. Ia memublikasikan
beberapa ratus artikel, terutama dari Majalah Guideposts, tapi juga
banyak dari koran dan jurnal.
Pada usia 30an, Sue mulai mengembangkan pengalaman intelektual dan
spiritualnya. Ia pun lebih serius pada studi klasik seperti spiritual
Barat, filsafat, psikologi, dan mitologi, selain itu banyak membaca
literatur fiksi. Karya-karya dari rahib dan penyair, Thomas Merton dan
psikiatris, C. G. Jung, yang akan berpengaruh besar pada tulisannya di
masa mendatang.
Ketika awal usia 40an, Sue coba eksplorasi dan belajar mengambil
sesuatu pada teologi feminis. Hasilnya adalah The Dance of the
Dissident Daughter, dipublikasikan pada 1996 oleh Harper San Fransisco.
Ini menegaskan dan kesuksesan memori yang tinggi telah mengaduk efek
pada lingkaran religius, membangkitkan sebuah respon yang mengagumkan.
Kejutan lainnya yang terhampar ketika Sue berusia 40, ia kembali
menulis fiksi. Namun, karena merasa selalu terintimidasi oleh
mimpi-mimpinya, ia kembali belajar menulis di Universitas Emori, dan di
Sewanee, Bread Loaf, dan lainnya. Sue mulai menulis dan memublikasikan
cerita pendek di jurnal kecil. Segera Soe mengumpulkan penghargaan
untuk cerpennya.
Pada 1997, Sue mulai menulis novel pertamanya, The Secret Life of Bees,
dan menyelesaikan lebih dari tiga setengah tahun. Diterbitkan oleh
Viking pada 2002, novel ini sungguh-sungguh sebuah literatur yang
fenomenal. Sebuah kisah yang memiliki kekuatan datang dari usia,
hubungan ras, kemampuan cinta untuk ditransformasikan dalam hidup dan
novel itu berkisah tentang Lily (14) yang seluruh hidupnya dibentuk
oleh kenangan buram saat ibunya terbunuh di suatu siang.
Pada musim gugur di tahun 2006, sebuah koleksi tulisan Sue dirilis
dalam edisi hardcover oleh Guideposts Books dan dipublikasikan oleh
Penguin pada 25 September 2007. Berjudul Firstlight, buku ini adalah
kompilasi kisah-kisah inspirasional, esai-esai spiritual, dan
kontemplasi Sue dalam menulis selama lebih dari satu dekade--dari usia
13 hingga 42 dan usaha sebagai penulis dan "pencari spiritual". Buku
ini, pun masuk daftar buku di New York Times dan menjadi sebuah buku
pilihan untuk majalah spiritualitas dan kesehatan. Firstlight
diterjemahkan dalam beberapa bahasa dan tercetak dalam 200 ribu kopi.
Sue menjadi dewan penasehat untuk Poets & Writer Inc dan bekerja
untuk mendukung usaha-usaha seni sastra dan pendampingan untuk
melahirkan penulis-penulis. Ia adalah penulis dalam Residence di The
Sophia Instute in Charleston. Untuk melihat daftar program-programnya
klik www.thesophiainstitute.org.
Saat ini Sue hidup di dekat sebuah danau rawa Charleston, Carolina Selatan dengan suaminya Sandy dan anjing labradornya, Lily.
---------------------------- dari http: //www.suemonkkidd.com/Author.aspx
foto dari : http://www.wells.edu/images4/monk_kidd1a.jpg
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 12 March 2008 )
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.