Price:
Rp25.500 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul Buku: 21 Bisnis Sampingan Mahasiswa Penyusun: Rani Koswara Ukuran: viii + 140 hlm; 15 x 23 cm ISBN: 979-799-041-9 Harga: Rp 25.500
Sinopsis:
Buku ini akan membuktikan bahwa kuliah sambil kerja bisa sangat menyenangkan dan sama sekali tak akan mengganggu kuliah. Semua tentu saja ada syaratnya: kejelian memilih pekerjaan dan kemampuan membagi waktu antara kuliah dan kerja adalah dua syarat utama. Kamu bisa memilih bidang pekerjaan sesuai dengan keahlian atau minatmu. Kalau kamu bisa berbahasa asing dengan baik, jadi penerjemah atau pengajar bahasa bisa dijadikan pilihan kerja yang asyik. Kamu juga tak perlu lulus kuliah untuk bisa menjadi penyiar, reporter, fotografer, atau komikus.
21 bisnis sampingan dalam buku ini bisa kamu jadikan inspirasi untuk mulai bekerja dan mendapatkan keuntungan finansial sendiri tanpa bantuan orangtua.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Buku Pintar Membangun Rumah
Penulis: Yusep Arif Kamaludin Jumlah halaman: vi + 148 hlm Ukuran: 17.5 x 24 cm Tahun terbit: 2008 Penerbit: Transmedia Pustaka ISBN: 979-799-067-2
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.