Price:
Rp35.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : Hidup Bukan Hanya Urusan Perut: Kolom-kolom Edan Prie GS Penulis : Prie GS Ukuran: x + 166 bw; 15 x 23 Cm ISBN : 979-799-053-2 Harga : Rp35.000 Tahun : 2007
Sinopsis :
"Hidup Bukan Hanya Urusan Perut," jargon ini tampaknya sangat mengena bagi sebagian besar manusia modern yang terjebak dalam rutinitas kerja menjemukan dan aktivitas yang itu-itu saja. Secara tak sadar, sedikit demi sedikit otak kita mulai "mengerucut" karena lama terjebak dengan pemikiran-pemikiran yang sempit. Saat kita tak lagi bisa memaknai hidup dengan hati dan logika maka selamanya kita akan terdampar dalam sebuah kehampaan. Dan, akhirnya kita pun menjadi manusia modern yang tak peka, tak berperasaan, dan antisosial.
Buku ini mengajak kita untuk menyelami makna hidup dari hal-hal sederhana yang kadang tak terpikirkan oleh kita. Apa pun dalam hidup ini bisa memberi kita pembelajaran. Anak-anak, keluarga, diri sendiri, bahkan nyamuk dan ayam jago ternyata bisa membantu kita menemukan makna hidup yang hakiki dan penuh warna.
Sudah saatnya bagi kita untuk membuka mata lebar-lebar, melihat lingkungan sekitar, merenungnya, dan sekaligus menikmatinya.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Buku Pintar Membangun Rumah
Penulis: Yusep Arif Kamaludin Jumlah halaman: vi + 148 hlm Ukuran: 17.5 x 24 cm Tahun terbit: 2008 Penerbit: Transmedia Pustaka ISBN: 979-799-067-2
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.