Price:
Rp25.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : The Food Traveler's Guide Penulis : Redaksi Bukune Cover : Art Paper 210 gram Kertas : Art Paper 80 gram Ukuran : 14, 85 x 21 cm Tebal : 72 halaman ISBN : 979-799-056-7 Harga : Rp 25000
Sinopsis
Lapar? Jangan takut dan jangan putus asa. Setelah membaca buku ini kamu akan tahu tempat makan murah dan enak di Jakarta. Yup, buku ini adalah buku panduan buat kamu-kamu semua pengelana makanan (food travelers) di kota Jakarta. Here’s the twist, semua makanan unggulan yang diulas di sini berharga 15 ribu ke bawah.
Makanan yang dijembreng dalam buku ini juga sangat bervariasi, dari mulai makanan “biasa” seperti Soto Betawi di Fatmawati sampai yang rada-rada nyeleneh kayak Nasi Bakar di Kalibata. Mau yang berat kayak Cumi Bakar di Kebon Kacang sampai yang lumayan ringan kayak Warung Tahu di Kelapa Gading? Semua ada dalam buku ini.
Disajikan dengan gaya bahasa khas anak muda, buku ini juga bisa jadi panduan kamu untuk nongkrong pas weekend nanti. Makanan murah dan enak? Buku ini membuktikan bahwa kombinasi keduanya ada di kehidupan nyata. Kata “spektakuler” untuk makanan, gak cuman buat makanan mahal yang bikin kantong jebol.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Buku Pintar Membangun Rumah
Penulis: Yusep Arif Kamaludin Jumlah halaman: vi + 148 hlm Ukuran: 17.5 x 24 cm Tahun terbit: 2008 Penerbit: Transmedia Pustaka ISBN: 979-799-067-2
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.