Price:
Rp52.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : Me Talk Pretty One Day Penulis : David Sedaris Tebal : 332 hlm Ukuran : 14,5 x 20,5 Cm ISBN : 979-799-003-6 Harga : Rp 52.000
Selamat datang ke dunia menakjubkan milik sang humoris Amerika, David Sedaris, yang mana belajar bahasa Perancis, layaknya kehidupan, penuh akan berbagai pengalaman menarik. Kita akan bertemu dengan keluarganya: ayahnya si ilmuwan aneh; adiknya Paul si Jago yang tak pernah lepas memakai ketika berbicara; dan adik perempuannya Amy, yang gemar mempermainkan sang ayah, dengan berpura-pura menjadi perempuan perayu. Me Talk Pretty One Day juga menceritakan tentang pelarian Sedaris di Paris, termasuk pertanyaan terbesar linguistik yang begitu filosofis: "Gimana caranya mengingat kalau kata 'sandwich' itu maskulin?
"Sangat Lucu." --David Cobb Craig, People
"Mercy, mercy--terimakasih! David Sedaris benar-benar lucu! -- Susan Salter Reynolds, Los Angeles Times Book Review
"Lucu dan menyentuh ... Sedaris mungkin tak bisa berbicara dengan sempurna, tetapi ia mampu
menulis sesuatu yang sangat lucu." --Robert J. Hughes, Wall Street Journal
"Menakjubkan....Sedaris seolah memiliki kemampuan untuk selalu terlibat dalam peristiwa dan situasi
surealis...Buku ini sangat lucu, cerdas, tepat sasaran, dan terlalu tipis!" --Chris Barsanti, Book
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Buku Pintar Membangun Rumah
Penulis: Yusep Arif Kamaludin Jumlah halaman: vi + 148 hlm Ukuran: 17.5 x 24 cm Tahun terbit: 2008 Penerbit: Transmedia Pustaka ISBN: 979-799-067-2
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.