Price:
Rp20.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : Mengolah Sampah Jadi Uang Penulis Gugun Gunawan (Red TM) Harga Rp 20,000 Ukuran viii+102 BW 15x23 ISBN 979-799-025-7
Tempat pembuangan sampah yang semakin terbatas, tak jarang membuat masyarakat bingung harus membuang sampah ke mana lagi. Tidak sedikit yang berasumsi jika bahan organik dan nonorganik bekas ini hanya menjadi sampah--tidak dapat digunakan kembali. Padahal, jika kita cermat mengamati dan mengambil peluang yang ada, sampah justru dapat menghasilkan emas bagi kita. Selain di reduce, reuse, dan recycle, sampah dapat pula dijual kembali. Anda tinggal memilih jenis sampah yang bisa dikumpulkan, dijual, dan diolah kembali.
Buku ini memberikan tip dan trik yang menjadi panduan mudah bagi Anda untuk mengelola sampah. Tidak itu saja, dengan pengalaman-pengalaman dari berbagai narasumber yang telah sukses mengolah sampah menjadi uang, Anda dapat mulai mengeruk keuntungan dari sampah.
Mengolah Sampah Menjadi Uang akan membuka naluri Anda dalam berbisnis sampah.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Buku Pintar Membangun Rumah
Penulis: Yusep Arif Kamaludin Jumlah halaman: vi + 148 hlm Ukuran: 17.5 x 24 cm Tahun terbit: 2008 Penerbit: Transmedia Pustaka ISBN: 979-799-067-2
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.