Price:
Rp33.500 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : Belly Laughs Penulis : Jenny McCarthy Hal.+Ukuran : viii+196 hlm. BW; 13x19 cm. Harga : Rp33.500,- ISBN : 979-006-038-6
Sinopsis: Apa jadinya kalau seorang mantan model majalah Playboy bicara blak-blakan tentang proses kehamilan dan melahirkan. Melalui Belly Laughs, Jenny McCarthy curhat abis suka-duka hamil hingga melahirkan. Bagaimana ia harus berjuang mengalahkan perubahan mood, mengganti pakaian dari yang sexy ke pakaian yang nyaman dikenakan, hingga pada mengatasi paranoidnya melahirkan. Dengan gaya bahasa yang nyeleneh, McCarthy berbicara jujur akan apa yang dirasakan ibu hamil. Yang jelas, Anda akan dibuat tertawa dan menangis haru menyimak setiap tutur katanya.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Strategi dan Kiat Sukses
Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,-
Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko.
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.