Price:
Rp32.500 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : Measuring the World (Petualangan Dua Ilmuwan Eksentrik) Penulis : Daniel Kehlmann Tebal : 354 hlm Ukuran : 13x19 Cm ISBN : 979-799-034-6 Harga : Rp 32.500
Sinopsis Sekitar akhir abad ke-18 dua pemuda Jerman "melanglang buana" berusaha mengukur dunia. Alexander von Humbolt--sang aristokrat--berupaya menyusuri hutan belantara dan padang rumput, menjelajah Orinoko menguji coba efek racun, mendaki gunung tertinggi untuk mengenal manusia, menghitung kutu di kepala penduduk pribumi, dan mengeksplorasi setiap lubang di tanah. Pemuda satunya lagi--ahli matematika dan astronomi--Carl Friedrich Gauss malah tetap tinggal di rumahnya di Gottingen demi membuktikan kalau dunia rumahnya di Gottingen demi membuktikan kalau dunia itu bulat. Sungguh mudah baginya merumuskan angka-angka dalam kepala.
Dunia sejarah mengenal Von Humbolt sebagai si Columbus Kedua. Sementara Gauss dikenal sebagai ahli matematika terhebat setelah Newton. Keduanya bertemu pada tahun 1828 di Berlin ketika mereka sudah tua, terkenal, dan juga sedikit aneh. Mereka pun terlibat jauh dalam kerusuhan politik di Jerman setelah runtuhnya pemerintahan Napoleon.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Buku Pintar Membangun Rumah
Penulis: Yusep Arif Kamaludin Jumlah halaman: vi + 148 hlm Ukuran: 17.5 x 24 cm Tahun terbit: 2008 Penerbit: Transmedia Pustaka ISBN: 979-799-067-2
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.