Price:
Rp37.500 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : Marley: Bukan Anjing Biasa Penulis John Grogan Harga : Rp 37,500 Halaman : viii+260 BW Ukuran 15x23 ISBN : 979-799-045-1
"Itu kan..." Jenny tak sanggung meneruskan. "Nggak salah lagi," kataku. "Dia baru saja menjarah tempat kotoran kucing." Marley terlihat begitu bersuka cita dengan hadiahnya seakan dia baru saja mempersembahkan sebuah batu permata. Seperti yang telah diramalkan oleh Barbara Woodhouse, anjing kami yang mentalnya tidak stabil dan kurang normal telah memasuki tahapan memakan kotoran di dalam kehidupannya.
*** Kelakukan konyol yang dilakukan Marley si Anjing Labrador retriever milik keluarga Grogran? Temukan jawabannya dalam Marley: Bukan Anjing Biasa. Grogan mengungkap kisah-kisah menggemaskan lain dari perilaku Marley yang selalu terlibat dalam berbagai masalah. Nggak peduli ia mencuri celana dalam, menghancurkan isi tong sampah, mengileri setiap tamu, atau makan apa pun yang diinginkannya--termasuk sofa dan perhiasan--Marley tetap menjadi anjing terburuk di dunia. Meskipun pengacau, hati Marley tulus, dan kepribadiannya pun "sedikit" berlebihan. Nggak ada hal yang dapat menghentikan sikap nakalnya yang begitu "antik", tak ada pula yang dapat menggantikan kesetiaan, semangatnya yang berlebihan, serta nafsunya yang terlalu besar--bahkan pintu kasa keluarga Grogan pun tidak bermanfaat mengatasi sikap ajaib Marley.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Strategi dan Kiat Sukses
Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,-
Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko.
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.