Price:
Rp54.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : Aku dan Marley Penulis : Jhon Grogan Tebal : 314 hlm Ukuran : 15x23 Cm ISBN : 979-799-023-0 Harga : Rp 54.000
Sinopsis:
John Grogan menceritakan kisah mengharukan dan tak terlupakan tentang tentang terbentuknya sebuah keluarga dan seekor anjing neurotik yang mengajari mereka tentang hal-hal penting dalam hidup. Pasangan suamiistri Grogan membawa pulang anjing Labrador retriever kecil—Marley, seekor anak anjing berbulu kuning yang tidak bisa diam. Sejak itu pun, hidup keluarga Grogan tak pernah bisa “damai”. Segera saja Marley tumbuh hingga seberat 97 pon yang siap menabrak apa saja, menembus pintu angin, menggigiti tembok hingga berlubang, melemparkan air liur ke tamu-tamu, mencuri celana dalam wanita, dan memakan hampir semua benda yang bisa diraihnya, termasuk sofa dan perhiasan. Dengan semua kenakalannya, Marley tetap setia, dan menjadi contoh untuk sebuah model pengabdian, bahkan ketika keluarga yang memeliharanya menghadapi masa sulit.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Strategi dan Kiat Sukses
Judul : Awas! Jangan Sampai Modar di Pasar Modal Penulis : Budi Purnomo & Maxi A. Perajaka Ukuran : 11,5 x 19 cm Tebal : 124 halaman Kategori : Nonfiksi—bisnis Harga : Rp23.000,-
Sinopsis: Inilah asyiknya bermain saham: cukup telepon atau browsing di internet, menunggu santai di rumah, dan keuntungan pun akan datang dengan sendirinya. Walaupun begitu, berinvestasi dalam bentuk saham—seperti jenis investasi lainnya—tak luput dari risiko.
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.