Price:
Rp48.500 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : When Friendship Hurt Penyusun : Jan Yager Tebal : 332 hlm Ukuran : 15x23 Cm ISBN : 979-799-002-8 Harga : Rp 48,500
Kita semua tentu pernah memiliki persahabatan yang tidak menyenangkan. Sebuah persahaban bisa berakhir dengan pengkhianatan yang menyakitkan. Persahabatan yang gagal dapat menyulitkan hidup Anda, Mengancam karir Anda di tempat kerja, dan bahkan menghancurkan kisah cinta Anda. Di dalam buku ini, Jan Yager memaparkan penyebab gagalnya persahabatan dan menjelaskan bagaimana memperbaiki persahabatan tersebut?atau malah mengakhirinya. Dilengkapi juga dengan kuis dan contoh-contoh yang diambil dari kehidupan nyata.
Buku ini adalah buku pertama yang berisi resep tentang kompleksitas persahabatan. Di dalamnya didemonstrasikan bagaimana, mengapa, dan bilamana melepaskan teman-teman yang negatif dan bagaimana mengembangkan persahabatan positif yang mampu memperkaya semua aspek hidup Anda. Bagi Anda yang pernah berpikir mengenai seorang teman yang mengkhianati, menyakiti, atau menolak Anda, buku ini menyediakan paparan dan nasihat mendalam untuk menuntaskan masalah tersebut.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Buku Pintar Membangun Rumah
Penulis: Yusep Arif Kamaludin Jumlah halaman: vi + 148 hlm Ukuran: 17.5 x 24 cm Tahun terbit: 2008 Penerbit: Transmedia Pustaka ISBN: 979-799-067-2
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.