Hobi Sudoku - Permainan Mengasah otak Otak Yang Menantang
Sudoku - Permainan Mengasah otak Otak Yang Menantang
Price:
Rp12.000 (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
Judul : Sudoku 2; Permainan Pengasah Otak yang Menantang Penyusun : TransMedia Team Tebal : 72 hlm Ukuran : 11,5 x 19 Cm ISBN : 979-799-007-9 Harga : Rp 12,000
Di luar negeri, permaianan sudoku sedang merabah. Bahkan, permainan angka ini menjadi epidemi nasional di Jepang. Tua muda, laki-laki, perempuan, semua kecanduan. Selain mengasyikkan, permainan teka-teki tanpa kata ini juga bisa mengasah logika otak kita. Penasaran dengan permainan sudoku? Buku ini menantang Anda untuk memecahkan teka-teki dalam sudoku. Dimulai dari level pemanasan (6 x 6), Anda akan dibuat penasaran (9 x 9). Ingin yang lebih menantang?
Jangan khawatir! Anda bisa melahap level tantangan (9 x 9).
Sebagai bonus, Anda juga bisa mencoba memecahkan teka-teki silang tanpa kata ini dengan kotak 12 x 12.
Tip membeli buku : sebelum membeli buku, biasakan mencatat Judul, Pengarang, Penerbit, dan ingatlah sampulnya bagi Anda yang sudah menemukan review-nya baik di koran ataupun website. Lihatlah contoh buku yang telah terbuka plastiknya, dan simak daftar isi dan latar belakang penulisnya. Hal ini untuk memastikan Anda tidak membeli kucing dalam karung.
Buku Pintar Membangun Rumah
Penulis: Yusep Arif Kamaludin Jumlah halaman: vi + 148 hlm Ukuran: 17.5 x 24 cm Tahun terbit: 2008 Penerbit: Transmedia Pustaka ISBN: 979-799-067-2
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.