Panduan Menata Desain Interior Rumah Minimalis
Saat
ini tidak sedikit pengembang yang menawarkan rumah minimalis bertipe
kecil. Bila Anda tertarik menghuninya, sesuaikan pula penataan
interiornya. Rumah mungil bila penataan interiornya menarik dan
berkonsep akan terasa nyaman di huni dan nampak lega. A simple and
clean look, demikian kunci untuk desain modern minimalis.
Find Out More
Judul: Tionghoa Dalam Pusaran Politik Penulis: Benny G. Setiono Kategori: Nonfiksi—sejarah, politik Ukuran: 15 x 23 cm Tebal: 1.166 halaman (BW, hardcover) ISBN: 979-799-052-4
“Biasanya komunitas Tionghoa dibahas tersendiri. Kini, keunikan peran
mereka digambarkan dalam sejarah panjang bangsa Indonesia. Buku yang
merupakan perintis ini, ditulis dengan bersemangat. Tionghoa dilukis di
atas kanvas raksasa.”
Dr. Asvi Warman Adam—Ahli Peneliti Utama LIPI
“Untuk mengerti tempat, sikap, dan kedudukan suatu minoritas, tidak ada
jalan lain kecuali mendalami pengertian tentang evolusi minoritas itu.
Hal ini untuk membuat agar semakin jelas kompleksitas struktur, konflik
dalam dan luar, hubungannya (dengan segala variasinya) dengan mayoritas
(yang juga kompleks dan berbeda-beda), permulaan dan konsekuensi dan
perubahan definisinya sebagai minoritas. Tanpa pekerjaan yang berat
tersebut, minorias (dan mayoritas juga) terus saja digambarkan secara
simplistis, menurut dongeng-dongeng biasa dan kasar, yang sering penuh
dengan kebencian, maki-makian, dan sebagainya yang dimaksudkan untuk
mengisolasi minoritas itu dan menghilangkan kemanusiaannya. Suatu hal
yang pada intinya adalah untuk membekukan terus status kelompok
tersebut sebagai minoritas.”
Prof. Dr. Daniel S. Lev—guru besar Universitas Washington.
“Buku istimewa ini ditulis oleh orang biasa (nonsejarahwan). Dan,
mungkin justru di situlah keistimewaan buku ini. Namun, meski bukan
berlatar belakang sejarah, sang penulis dengan berbekal tumpukan
dokumen berhasil merekonstruksi berbagai peristiwa sejarah. Khususnya
nasib orang Tionghoa dalam berbagai perubahan besar politik di negeri
ini. Tak banyak orang yang memotret setiap kejadian penting yang
sebelumnya selalu meletakkan kembali orang Tionghoa Indonesia dalam
kegamanan. Dalam setiap pergolakan politik, isyu anti-Tionghoa selalu
jadi bahan politisasi dan ujungnya adalah terjadinya proses
“pen-Cina-an” kembali orang Tionghoa. Buku ini kaya akan informasi.
Termasuk informasi yang selama ini disembunyikan oleh rezim Orde Baru.
Politik kesengajaan yang di kemudian hari menggiring orang Tionghoa
untuk dinamai sebagai ‘binatang ekonomi’”
Berbekal gelar D3 Teknik Sipil Universitas Katholik Parahyangan Bandung, Yusep Arif R. Kamaludin kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya ke program S1 Teknik Arsitektur ITENAS. Kecintaan dan kemahirannya dalam dunia rancang bangun tidak lantas berhenti pada tataran pendidikan saja. Ia pun menuangkan segala ide dan kreativitasnya melalui bangunan-bangunan gedung ataupun rumah yang telah dibuatnya.
Salim Kartono mengawali karier sebagai salesman di sebuah perusahaan elektronik di Medan. Pada 1976, Salim Kartono hijrah ke Jakarta. Ia bekerja sebagai Assistant Marketing Manager di Telesonic Group, kemudian diteruskan di PT Wijaya Indonesia Plastic Industry sebagai direktur. Pada 1983, langkah emasnya dimulai.